Kamis, 15 Desember 2011

Sistem Endokrin dan hasil yang disekresikan



SISTEM ENDOKRIN DAN HASIL YANG DISEKRESIKAN
Sistem endokrin merupakan sistem internal komunikasi kimiawi yang melibatkan hormon dan molekul reseptornya. Dalam mengatur proses biologi, sistem ini bekerja lebih lambat daripada sistem saraf.
Hormon (dari bahasa Yunani : horman - “yang menggerakkan”) adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antar kelompok sel . Hormon merupakan  substansi kimia yang diproduksi oleh sel di dalam kelenjar endokrin dan dibawa oleh sistem peredaran darah menuju organ/jaringan lain dalam tubuh dimana substansi tersebut menjalankan fungsinya.
Pada makhluk hidup, khususnya manusia hormon dihasilkan oleh kelenjar yang tersebar dalam tubuh. Cara kerja hormon di dalam tubuh tidak dapat diketahui secara cepat perubahannya, akan tetapi memerlukan waktu yang lama. Tidak seperti sistem saraf yang cara kerjanya dengan cepat dapat dilihat perubahannya. Hal ini karena hormon yang dihasilkan akan langsung diedarkan oleh darah melalui pembuluh darah, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
Ciri Hormon :
Ø  Hormon diproduksi oleh kelenjar endokrin dalam jumlah kecil
Ø  Hormon diangkut oleh darah menuju sel target
Ø  Hormon mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat  pada sel target
Ø  Hormon mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus
Ø  Hormon tidak hanya mempengaruhi terhadap satu sel targat, meleinkan juga terhadap sel target berlainan

Fungsi dari Sistem Endokrin
Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :
1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang
2. Menstimulasi urutan perkembangan
3. Mengkoordinasi sistem reproduktif
4. Memelihara lingkungan internal optimal
5. Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat
Macam- Macam Kelenjar :
A. Berdasarkan aktivitasnya :
1. Kelenjar yang bekerja sepanjang masa.
Kelenjar golongan ini akan bekerja terus menerus sepanjang kehidupan manusia dan akan terhenti jika sudah tidak ada kehidupan pada manusia tersebut. Sehingga tidak terbatas pada usia.
Contoh : Hormon metabolisme.
2. Kelenjar yang bekerjanya mulai masa tertentu.
Hormon golongan ini tidak akan dapat berfungsi jika belum mencapai proses perkembangan dalam diri manusia atau proses pendewasaan sel yang terjadi dalam tubuh manusia. Kedewasaan sel akan terjadi pada saat usia tertentu seperti pada saat usia pubertas.
Contoh : Hormon kelamin.
3. Kelenjar yang bekerja sampai pada masa tertentu.
Hormon golongan ini bekerja pada saatn manusia itu dilahirkan sampai pada usia tertentu. Pada usia tersebut terjadi proses pertumbuhan dari seluruh oragn-organ tubuh manusia sampai dengan penyempurnaan organ. Sehingga masing-masing organ tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kecuali organ yang membutuhkan persyaratan kedewasaan sel. Hormon ini akan berhenti dihasilkan pada saat tubuh mulai memperlambat atau menghentikan proses pertumbuhan. Biasanya hormon ini bekerja pada kisaran usia 0 hari sampai 17 tahun (masa pertumbuhan).
Ex : Hormon pertumbuhan, kelenjar tymus.

B. Berdasarkan letaknya :
1. Kelenjar hipophysis/pituitary di dasar cerebrum, dibawah hypothalamus.
2. Kelenjar pineal/epiphysis di cerebrum.
3. Kelenjar thyroid di daerah leher.
4. Kelenjar parathyroid di dekat kelenjar thyroid.
5. Kelenjar thymus di rongga dada.
6. Kelenjar adrenal/suprarenalis di atas ren.
7. Kelenjar pulau langerhans/pankreas di rongga perut.
8. Kelenjar Usus dan lambung di rongga perut.


9. Kelenjar kelamin :
a. Ovarium di rongga perut.
b. Testis di rongga perut bawah.

A. Hormon Vertebrata
Hormon Vertebrata  masuk  ke dalam  tiga kelas kimia:
  • Amine hormon yang diturunkan adalah turunan dari asam amino tirosin dan triptofan. Contohnya adalah katekolamin dan tiroksin.
  • hormon Peptida terdiri dari rantai asam amino. Contoh hormon peptida kecil TRH dan vasopressin. Peptida terdiri dari skor atau ratusan asam amino yang disebut sebagai protein. Contoh protein termasuk hormon insulin dan hormon pertumbuhan. Hormon protein yang lebih kompleks dikenakan rantai samping karbohidrat dan disebut hormon glikoprotein. hormon Luteinizing, follicle-stimulating hormone dan hormon-hormon tiroid merangsang glikoprotein.
  • Lipid dan fosfolipid hormon yang diturunkan berasal dari lipid seperti asam linoleat dan asam arakidonat dan fosfolipid. Kelas-kelas utama adalah hormon steroid yang berasal dari kolesterol dan eicosanoids. Contoh hormon steroid testosteron dan kortisol. Sterol hormon seperti calcitriol adalah sistem homolog. Korteks adrenal dan gonad adalah sumber utama dari hormon steroid. Contoh eicosanoids adalah prostaglandin dipelajari secara luas.

B. Hormon Avertebrata
Pada mulanya studi tentang hormon hanya dilakukan pada vertebrata. Ada anggapan bahwa serangga tidak menghasilkan hormon dalam kehidupannya. Dilakukan pula studi-studi ekstirpasi, memotong bagian tubuh yang dicurigai sebagai sumber hormon dan dilihat akibatnya, atau kemudian mencangkokkannya ke hewan lain yang tidak memiliki organ serupa (transplantasi). Kedua teknik ini, ketika dilakukan pada serangga, tidak menghasilkan apa-apa. Sebab utamanya (pada saat itu tidak/kurang disadari) adalah asal bahan uji dari mammalia/vertebrata, karena anggapan salah bahwa hormon hanya dihasilkan oleh vertebrata.
Pendekatan lain digunakan oleh Stefan Kanfer (Polandia), yang menggunakan ulat Lymantria dispar. Pertanyaan hipotetisnya adalah: apa yang menyebabkan larva berubah menjadi pupa? Adakah bahan kimia yang mengatur pertumbuhan demikian? Dia menganggap bahwa otak serangga pastilah memiliki peran penting dalam hal ini. Digunakan teknik-teknik ekstirpasi dengan sham-operation, membuka bagian kepala, ambil otaknya dan ditutup lagi. Juga teknik ligasi, dengan mengikat tubuh pada bagian tertentu erat-erat, sehingga tidak ada hubungan antara bagian anterior dan posterior.
Teknik-teknik ini ternyata inkonklusif. Kenyataan yang pada saat itu tidak disadari adalah bahwa hormon dilepasakan hanya pada saat-saat tertentu saja, tidak sepanjang waktu. Ada saat yang disebut sebagai critical period, dan pengertian-pengertian precritical dan post-critical, atau perioda pra dan pasca kritis.
Ecdyson, hormon molting
Peneliti yang lain, Carroll Williams, tahun 1940an, menggunakan larva ngengat Saturniidae (Hyalophora cecropia dan Antherya pernyii). Penelitiannya menghasilkan hormon yang akhirnya teridentifikasi secara lengkap (ecdyson, suatu hormon molting). Temuan juga menunjukkan hubungan antara perubahan suhu dengan kondisi otak yang selanjutnya akan muncul dalam ujud diapause saat pupa, atau akan terus berkembang sehingga stadium pupa tidak mengalami diapause (Diapause Obligat, dan Diapause Fakultatif). [Untuk struktur dan jenis ecdyson selanjutnya dapat dilihat pada hand out bhs. Inggris, demikian juga dengan biosintesisnya].
Yang perlu dicatat adalah, karena ecdyson adalah suatu sterol, yang biosintesisnya berasal dari kholesterol, maka dibutuhkan makanan yang cukup mengandung kholesterol supaya serangga dapat memiliki cukup ecdyson. Sementara itu pada tumbuhan sendiri dijumpai bentukan lanjut sterol yang sangat mirip ecdyson dan disebut sebagai "phytoecdyson". Bahan ini bekerjanya tidak spesifik, karena ternyata dapat digunakan oleh banyak jenis artropoda.
Hormon yuwana, Juvenile Hormone (JH)
Hormon lain yang juga teridentifikasi dari berbagai percobaan dalam mencari faktor molting adalah JH (hormon yuwana, juvenile hormone). Hormon ini dijumpai hampir pada semua artropoda dan krustasea. JH dipergunakan untuk mempertahankan stadium muda, sehingga apabila dalam suatu instar pradewasa dijumpai titer JH yang sangat rendah, artinya stadium larvanya menjelang selesai. Lebih lengkapnya pada bab Hubungan antara Ecdyson dan JH dalam pengaturan metamorfose.
JH merupakan suatu senyawa steroid dengan gugus epoksida disalah satu ujungnya. Dikenal beberapa bentuk/macam JH, misalnya JH diol, hidro JH, metil JH, iso JH dll. Ini disebabkan karena beberapa ujung merupakan gugus yang reaktif, sehingga dalam lingkungan berbeda akan mengikat senyawa lain yang berbeda pula. Sementara itu, meski pada akhir instar pradewasa JH bisa nol sama sekali, tetapi pada stadium dewasa, JH juga kembali disintesis, dan digunakan untuk memberi tanda pada badan lemak bahwa saatnya telah tiba untuk menyusun vitellogenin, suatu senyawa kimia yang merupakan penanda dimulainya proses pemasakan telur, misalnya seperti yang dijumpai pada nyamuk.
Pada serangga


Platihelmintes
Hewan ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses regenerasi. Diduga, hormon yang dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotic dan ionic, serta dalam  proses reproduksi

Nematoda
Sejumlah nematode dapat ganti kulit (molting) hingga 4 kali dalam siklus hidupnya. Hewan ini mempunyai struktur khusus yang berfungsi u/ sekresi neurohormon, yang berkaitan erat dg sistem saraf. Struktur khusus tersebut terdapat dalam ganglion di daerah kepala & beberapa diantaranya terdapat korda saraf.


Annelida
Sejumlah Annelida seperti Poliseta (mis. Neris),Oligoseta (mis. Lumbricus), dan Hirudinae (mis. Lintah) sdhmemperlihatkan adanya derajat sefalisasi yg memadai. Otak hewan tersebut memiliki sejumlah besar sel saraf yang berfungsi sebagai sel sekretori. Hewan ini juga memiliki sistem sirkulasi yang berkembnag sangat baik sehingga kebutuhan untuk menyelenggarakan sistem kendali endokrin dapat terpenuhi. Sist. Endokrin Annelida berkaitan eratdenan aktifitas pertumbuhan, perkembangan, regenerasi, dan reproduksi.

C. Mekanisme Kerja Hormon
§  Hormon ditransportasikan dari sel/kelenjar Endokrin ke organ target melalui pembuluh darah
§  Hormon hanya akan bekerja pada sel target karena pada sel ini terdapat reseptor yang sesuai
§  Pembentukan ikatan antara hormon dengan reseptornya (kompleks hormon-reseptor) akan mengawali proses seluler atau subseluler selanjutnya
§  Urutan proses selanjutnya tergantung pada target hormon tersebut.

Efek yang diTimbulkan dari kerja hormon:
1. Efek kinetik
    Migrasi pigmen, kontraksi otot, sekresi kelenjar

2. Efek metabolik
    Nutrisi, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi
3. Efek perilaku
    Suatu hormon dapat menimbulkan efek lebih dari satu
    Contoh: estrogen
    Efek:
   1. memunculkan ciri kelamin sekunder
   2. perubahan tingkah laku
   3. kontraksi otot uterus (bekerja sama dengan oksitosin)


D. Hipotalamus dan Hipofisis

Kelenjar Hipotalamus

         Hipotalamus dan hipofsis merupakan satu axis yang berfungsi mengendalikan fungsi banyak kelenjar endokrin (tiroid, adrenal, gonad) dan berbagai aktivitas fisiologi.
         Hipotalamus berfungsi mengatur pelepasan hormon-hormon hipofisis
         Hormon hipotalamus dapat dibagi menjadi:
  1. Disekresi ke hypophysial portal blood vessels
  2. Disekresi oleh neurohipofisis langsung ke sirkulasi sistemik
Kelenjar Hipofisis


         Teletak di bawah batang otak/dasar tengkorak
         Sebagai master gland karena mempunyai sasaran kelenjar lain
         Diatur oleh SSP melalui hipotalamus
         Berasal dari 2 jaringan terpisah :

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar